welcome

Marquee Text Generator - http://www.marqueetextlive.com

Jumat, 18 April 2014

>>Renungan + Semangat<< Cara ALLAH Menyayangi Hamba-Nya

“Tidak ada satu rizki yang ALLAH berikan kepada seorang hamba
yang lebih luas baginya daripada sabar.” (HR. al-Hakim)
  
Dalam perjalanan hidup ini.. Selalu ada masa rapuh, gagal, sedih, dan putus asa.. Masa itu.. 
Ialah ketika rasanya badan telah remuk dalam juang. Hati telah tersayat-sayat dalam sabar. Kepala berdenyut dalam lelah. Seluruh daging terasa pegal dalam keletihan. Keringat telah mengering sebelum sempat tangan menyapu. Bahkan mungkin, air mata telah tersihir menjadi sungai..
Itulah cerita bagi kita, yang kadang lelah berjuang, dalam mempertahankan semangat dan keyakinan.
  
“Iman terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.” (HR. Baihaqi)

Saudaraku, memang kadang cerita kita tak sama dengan mereka yang terlihat lebih beruntung dari kita. Mungkin terasa, cerita sedih selalu menyempatkan diri mampir di kehidupan kita. Entah dengan cara yang tak biasa, atau tiba-tiba saja datang tanpa peringatan. Entah berupa tak ada uang, tak ada teman, tak ada keberhasilan, atau sekadar tak ada alasan untuk tersenyum.
Kadang, kita merasa apa yang kita perjuangkan tak kunjung menampakkan wujud. Apa-apa yang kita lakukan sia-sia saja. Rasa itu kadang muncul, entah dalam bentuk kegagalan (keberhasilan yang belum tampak), ketidakhirauan khalayak, cemoohan mulut manusia lain, atau mungkin hinaan. Atau fitnah.
Terlebih-lebih.. Ketika kita telah berusaha sekuat tenaga melakukan yang terbaik, mata kanan manusia lain selalu saja tertutup untuk menilainya dengan baik pula. Walau kita tahu, tidak ada alasan untuk berhenti berniat dan berbuat baik, walau dunia tidak berpihak. Tapi mungkin, rasa lelah dan bosan itu selalu punya cara merasuki hati dan pikiran kita.
Kadang, kita merasa tiada teman untuk berbagi. Tiada teman yang mengerti apa yang kita rasa. Tiada teman untuk sekadar dipinjam pundaknya. Semua masalah dan pikiran seakan-akan mengelindan jadi satu di kerangka kepala dan rongga dada kita. Sendirian kita menanggungnya..
 Lalu, bersedih adalah cara terwajar yang kita lakukan dalam menghadapi semua alasan untuk mengatakan, “Ah.. Aku lelah..”.
Saudaraku yang baik, selalu ada ALLAH Yang Mahabijak. Selalu ada ALLAH. Insya ALLAH. ALLAH Maha Penyayang, dan cara ALLAH menyayangi berbeda dengan cara manusia. Dari jumlah yang tak terbilang, setiap hamba-Nya ini disayangi-Nya dengan cara-Nya. Khusus. Eksklusif. Dan kadang menghadirkan kejutan yang tak pernah mampu kita nyana.
Dan jika ALLAH Mencintai, semuanya terasa indah, bersama-Nya.. 

 Begitu pula dengan yang hendak ana sampaikan. Mungkin, rasa lelah yang kerap datang menghampiri sela perjuangan ini adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Mungkin, rasa rapuh menghadapi kegagalan adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Dan mungkin, rasa sedih karena merasa sendiri juga bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Bentuk itu dianggaikan dalam lima huruf paling tulus; rindu..

 ALLAH rindu kita menyebut nama-Nya ketika lelah, rapuh dan sedih datang bertandang. ALLAH rindu wangi hamparan sajadah malam kita ketika napas terasa berat dan sesak. ALLAH rindu, pada kerinduan kita pada-Nya ketika cerita hidup macam tak berpihak pada kita..
Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah)

Begitulah, Saudaraku.. Cara ALLAH menyayangi kita. Rintihan perih dalam sedih, bisa jadi bentuk cinta yang nyata dari-Nya. Bentuk kerinduan. Bentuk kasih sayang Yang Maha Penyayang..


Mungkin baik kita perhatikan sejenak sekitar kita. Mungkin ada, yang sepertinya tak perlu berusaha banyak untuk dapat meraih sebuah kata sukses. Mungkin ada, apa-apanya dia punya, tinggal kedip mata. Mungkin ada, yang sangat mudah mendapatkan apa yang hampir tak mungkin kita dapatkan.
Sedih? Mungkin..
Tapi mungkin, ALLAH membiarkannya berbahagia di dunia? Entah itu bentuk ujian ALLAH untuknya? Apa masih mampu ia menebalkan iman di dada ketika semua kesenangan telah ada di depan mata? Apa ia masih ingat untuk bersyukur dengan berbagi? Entah.. Mereka yang tahu jawabannya.
Lantas, mungkin begitu pula cara ALLAH menjamin tiket syurga untuk kita? Dengan ujian yang mungkin ‘terasa’ jauh lebih berat dari yang lain? Dengan cerita yang jauh lebih perih dari yang lain? Dengan kisah, di mana ingatan hamba selalu pada-Nya? Maka bukankah itu tandanya Ia sayang pada kita, Saudaraku?
Bagaimana dengan mereka yang hatinya tak pernah ALLAH ketuk barang sekali? ALLAH biarkan mereka terlena dengan kesenangan dunia, dengan kekosongan iman di dadanya. ALLAH tak pilih mereka untuk menikmati nikmat terindah; Islam. ALLAH pilih kita, untuk sebuah janji yang nyata dari-Nya; syurga..
Ah.. Bolehlah ana ingatkan, diri antum dan diri ana pribadi. Mari kita bersyukur.. Setiap tangkai kisah hidup selalu punya makna. Selalu ada rahasia di balik cerita yang dirangkai-Nya. Maka cerita kita sekarang adalah sebuah nyana bahwa ALLAH masih peduli, masih berkenan mengurusi kita. Masih berkenan mengasah kesabaran, keikhlasan, kekuatan, keimanan dan ketaqwaan kita. Masih merindu, masih menyayangi kita..
Namun mungkin, dengan cara yang berbeda..

Yuk, mari kita bangkit. Mari kita semangat. Apapun yang terjadi jangan pernah rasa putus asa kita biarkan bersarang di hati kita. Mari kita haramkan air mata keputusasaan menggantikan air mata kesedihan. Mari kita tanamkan di hati kita.. Bahwa..
“Laa tahzan.. Inallaaha ma’ana..” (Q.S. at-Taubah:40)

Semoga bermanfaat


Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 09 Maret 2014

HACHIKO

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HACHIKO Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana. Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor. Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore. Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya. Kebiasaan ini dilakukannya set....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 06 Maret 2014

ARLOJI YANG HILANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ARLOJI YANG HILANGAda seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 04 Maret 2014

CERITA GUNUNG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - CERITA GUNUNGSeorang anak dan ayahnya sedang berjalan diatas gunung. Tiba tiba, anaknya terjatuh, Dia terluka dan berteriak : "AAAhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!." Tetapi Ia sangat kaget mendengar ada suara pantulan dari gunung sebelah."AAhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!." Dengan penuh rasa penasaran, diapun kembali berteriak : "Siapa kamu?" Diapun menerima kembali jawaban yang sama : Siapa kamu?" dan kemudian dia berteriak ke gunung itu: "Saya mengagumimu!" dan suara itupun kembali : "Saya mengagumimu!." Dengan muka marah pada jawaban itu, dia berteriak : "Penakut" Dia masih menerima jawaban yang sama, "Penakut!." Dia menatap ayahnya dan bertanya : "Apa yang sedang terjadi?" Ayahnya sembari tersenyum dan berkata : "Sayang, perhatikan." Kembali ayah akan berteriak : "Kamu Juara." Diapun menerima jawaban yang sama : "Kamu Juara." Anak ini kembali kaget dan tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi, kemudian Ayahnya menjelaskan bahwa itulah yang disebut dengan ECHO (Gema suara), tetapi itulah sesungguhnya hidup. Sega....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

CALON RAJA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - CALON RAJADahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata, "Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian." Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan,"Aku akan memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja. Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya, merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan menjadi raja negeri ini!" Ada seorang anak muda yang bernama Ling yang berada di sana pada hari itu dan ia, sepe....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 03 Maret 2014

LAYANG-LAYANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - LAYANG-LAYANGSebuah layang-layang yang baru saja selesai dibuat. Pemiliknya membawa ia ke lapangan terbuka. Secara perlahan-lahan layang-layang itu menemukan dirinya terbang semakin lama semakin tinggi. Ketika ia mengangkat wajahnya menengadah ke langit, ia berteriak gembira; 'Wuaahhh, langit yang biru. Aku akan terbang tinggi sampai ke ujung sana.' Namun tiba-tiba ia merasa bahwa perjanannya kini agak tersendat dan menjadi berat. Ia tidak bisa bergerak lebih tinggi dan tak mampu maju lebih jauh lagi. Ketika ia menundukkan kepalanya, barulah ia tahu kalau pemiliknya memegang kuat ujung benang. Benang itulah yang membuatnya tak bisa terbang tinggi. Layang-layang itu menjadi amat marah. 'Mengapa ia tidak melepaskan aku?? Bila aku dilepaskan secara bebas, aku pasti akan terbang lebih tinggi menembusi awan-awan yang ada jauh di atas sana.' Demikian layang-layang itu berontak. Tiba-tiba tali benang itu terputus. Dan Ternyata bukan kenikmatanlah yang dia peroleh. Sebaliknya, ia kini jungkir balik ter....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 24 Februari 2014

HABIS GELAP, TERBITLAH: TUKUL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HABIS GELAP, TERBITLAH: TUKULTukul Arwana adalah pelawak atau mungkin lebih sukses sebagai presenter yang saat ini termasuk dalam jajaran pesohor dengan bayaran tertinggi negeri ini. Keberhasilan luar biasa yang diperoleh Tukul sekarang sama sekali tidaklah diperoleh tanpa perjuangan. Walaupun terlihat banyak bercanda, namun kadang Tukul menyimpan kesedihan yang amat dalam terhadap sejumlah persoalan hidup yang dialaminya. Tahun 1985, Tukul dan Joko mengikuti Lomba Lawak Mini Kata Nasional di Balai Sidang. Saat itu jurinya almarhum Arwah Setiawan dari Lembaga Humor Indonesia, Dono dari Warkop dan Asmuni dari Srimulat. Saat itu, grup lawaknya terpilih menjadi pemenang. Saat Tukul berpikir, dengan memenangi lomba lawak tingkat nasional maka dirinya akan kebanjiran order. Namun, kenyataan tidaklah begitu mudah. Bahkan semua koran yang dibelinya tidak ada satu pun yang memuat tentang kemenangannya. Perasaannya sangat sedih waktu itu. Di saat belum sukses, Tukul sempat merasa nelangsa di saat pulang kampung. Tidak se....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

RUMAH TUKANG KAYU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 -  RUMAH TUKANG KAYUSeorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prest....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 19 Februari 2014

KISAH BURUNG PUNG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KISAH BURUNG PUNG"Di Laut Utara Cina," demikian awal dari kisah legenda ini, "konon ada seekor ikan bernama Kun yang panjangnya mencapai ribuan meter. Ikan raksasa ini ini dapat berubah bentuk menjadi seeokr burung yang bernama Pung, yang juga memiliki panjang ribuan meter. Ketika mengepakkan sayapnya mengarungi angkasa, sayap tersebut membentang seperti awan yang menutupi langit. Pung terbang mengarungi angkasa melintasi samudra: menuju Kutub Selatan "Pung raksasa terbang menuju Laut Selatan, menggerakkan air dengan sayapnya yang luar biasa sepanjang tiga ribu kilometer, namun lebih dulu ia harus memutar angin menjadi tornado sampai mencapai ketinggian sembilan puluh ribu kilometer. Perlu waktu enam bulan untuk mencapai ketinggian tsb; hanya jika burung itu siap. Kini, hanya bentangan langit luas nan biru yang di belakangnya dan tak ada satu pun penghalang di depannya, Pung bisa langsung terbang ke selatan dengan leluasa. Bagaimana seseorang bisa membandingkan kemegahan semacam itu dengan kabut pa....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 01 Februari 2014

TEORI DAN PRAKTEK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TEORI DAN PRAKTEKSuatu hari seorang Murid menulis surat kepada gurunya yang tinggal di seberang sungai. “Guru, kini murid sudah mencapai tingkat spiritual ‘Tidak goyah oleh goncangan 8 angin’ . Kini jiwa murid tenang dan tegar bagai gunung, hening bagai air telaga dan ... (seterusnya...) Delapan angin yang dimaksud adalah delapan kondisi hidup, yaitu : Pujian dan Penghinaan, Popularitas dan nama buruk, aman sejahtera dan Bahaya, Berkah dan Musibah. Setelah membaca, Sang guru dengan senyum sabar membalas surat muridnya. Su Dong Bo dengan bangga membuka surat gurunya. Dalam surat hanya tertulis satu kata: "Kentut (bohong)" Si Murid langsung naik pitam,” Guru sungguh keterlaluan, selalu negative thinking, suka curiga, prejudis, prasangka buruk, aku harus segera menemui guru, ku ajak debat terbuka, akan kubuktikan kalau aku tidak bohong!” Si Murid segera mendayung sampan menyeberang sungai. Setelah tiba di seberang sungai bergegas menuju biara gurunya. Baru mau mengetuk pintu b....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 31 Desember 2013

GADIS KECIL DENGAN KOTAK EMAS

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - GADIS KECIL DENGAN KOTAK EMASDi sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado. Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah. “Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu. Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya. “Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!” Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.” “Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya. “Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak i....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 26 Desember 2013

LAYANG-LAYANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - LAYANG-LAYANGSebuah layang-layang yang baru saja selesai dibuat. Pemiliknya membawa ia ke lapangan terbuka. Secara perlahan-lahan layang-layang itu menemukan dirinya terbang semakin lama semakin tinggi. Ketika ia mengangkat wajahnya menengadah ke langit, ia berteriak gembira; 'Wuaahhh, langit yang biru. Aku akan terbang tinggi sampai ke ujung sana.' Namun tiba-tiba ia merasa bahwa perjanannya kini agak tersendat dan menjadi berat. Ia tidak bisa bergerak lebih tinggi dan tak mampu maju lebih jauh lagi. Ketika ia menundukkan kepalanya, barulah ia tahu kalau pemiliknya memegang kuat ujung benang. Benang itulah yang membuatnya tak bisa terbang tinggi. Layang-layang itu menjadi amat marah. 'Mengapa ia tidak melepaskan aku?? Bila aku dilepaskan secara bebas, aku pasti akan terbang lebih tinggi menembusi awan-awan yang ada jauh di atas sana.' Demikian layang-layang itu berontak. Tiba-tiba tali benang itu terputus. Dan Ternyata bukan kenikmatanlah yang dia peroleh. Sebaliknya, ia kini jungkir balik ter....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 21 Desember 2013

NILAI KEHIDUPAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - NILAI KEHIDUPANAlkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. "Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hingga....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 20 Desember 2013

KISAH SERIBU KELERENG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KISAH SERIBU KELERENGSemakin tua, aku semakin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi bagiku yang pertama bangun di pagi hari, atau mungkin juga karena perasaan gembira sebab tidak perlu masuk kerja hari ini. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan bagiku. Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku untuk bangun dan ke dapur untuk membuat secangkir kopi hangat. Apa yang bermula dari suatu hal biasa yang kulakukan di Sabtu pagi hari itu, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidupku. Beginilah kisahnya… Aku putar channel radioku untuk mendengarkan suatu acara berita pagi, sambil menikmati kopi. Dan terlintas dalam sebuah bincang-bincang pagi, terdengar suara seseorang yang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara dengan seseorang mengenai teori “seribu kelereng” miliknya. Aku tertarik dan ingin mendengarkan lebih lanjut. “Tom, sepertinya kamu memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup baik, tapi sanga....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 15 Desember 2013

MEJA KAYU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MEJA KAYUSuatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama diruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kay....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 13 Desember 2013

KARET GELANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KARET GELANGSuatu kali saya membutuhkan karet gelang, satu saja. Shampoo yang akan saya bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas. Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang. Di lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong meja juga tidak ada. Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di jalan. Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang jemput lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa. Dipuntal-puntal pakai kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet gelang yang biasanya saya buang-buang, sekarang malah bikin saya bingung. Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi begitu penting. Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa saja. Dia hanya bisa mendengarkan saat orang-orang lain ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

CALON RAJA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - CALON RAJADahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata, "Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian." Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan,"Aku akan memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja. Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya, merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan menjadi raja negeri ini!" Ada seorang anak muda yang bernama Ling yang berada di sana pada hari itu dan ia, sepe....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 07 Desember 2013

PELAYAN HOTEL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PELAYAN HOTELBertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini memdekati meja resepsionis untukmendapat- kan tempat bermalam. Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami. Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota. "Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini." Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini mem- bujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik- baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki- laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda sepert....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 06 Desember 2013

SARINGAN TIGA KALI

Jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi. Seorang filsuf. Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?" "Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali." "Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Dr. Socrates. "Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali." "Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?" "Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya ....
Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 29 April 2013

Bagaimana Sabar itu..??

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sering kita mendengar kalimat ataupun nasehat-nasehat agar kita bersabar, tapi apakah sebenarnya sabar itu..?? Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya masih diberi kesempatan untuk memposting tentang makna sabar dalam arti sebenarnya, semoga postingan kali ini bisa menjadi nasehat bagi semua pembaca dan khususnya buat saya sendiri…
 
Sabar adalah kekuatan jiwa yang harus dimiliki setiap muslim, tanpa sifat sabar seseorang tidak akan mampu menghadapi berbagai godaan setan dan bisikan hawa nafsu serta tidak akan mampu menghadapi berbagai cobaan dan rintangan, sabar juga merupakan cahaya yang menerangi jalannya umat muslim dari kebimbangan terhadap berbagai kendala.

Jadi inti makna sabar dalam Islam adalah teguhnya seseorang di jalur haq dengan tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi apapun, akalnya tidak larut pada ajakan hawa nafsunya, jiwanya menolak untuk putus asa, lidahnya tidak mengeluh hanya kepada Allah, sedangkan anggauta badannya ditahan untuk melakukan setiap pekerjaan yang dibenci Allah, hatinya tidak merasa gelisah tetapi selalu berada dalam keimanan, sedangkan lawan sabar adalah gelisah, tergesa-gesa, sempit dada, takut, putus asa, lemah dan mudah menyerah.
 
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar" (QS. Ali Imran: 146)

Jadi Sabar adalah suatu kekuatan yang menolong manusia untuk tetap teguh, yang kadarnya tergantung kadar keimanannya. dan keimanan yang goyah ketika menghadapi bencana, ujian dan berbagai problema adalah keimanan yang palsu, sedangkan iman yang benar tidak mengenal situasi, tetap teguh dan tegar dalam menghadapi berbagai rintangan

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS. Al Hajj: 11)

Ada yang membagi makna Sabar ada 3 Jenis:
Sabar Melakukan Ketaatan
Banyak diantara kita yang bisa menerima dan terpengaruh jiwanya dengan nasehat-nasehat agama, sehingga seseorang menyadari kesalahannya dan ingin kembali komitmen kepada jalan kebenaran yaitu jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan tetapi apabila dalam dirinya tidak dihiasi dengan sikap sabar maka tidak akan bisa menjalankan komitmen tersebut dengan istiqomah, karena sudah menjadi kodrad manusia selalu tidak menyenangi pada hal-hal yang memberatkan, maka tanpa kesabaran seseorang tidak akan melakukan apa-apa kecuali mengikuti hawa nafsunya

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya. (Al Ankabut: 58-59)


Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sabar” (HR Bukhari)

Sabar Menghadapi Kemaksiatan
Maksiat adalah sesuatu yang bisa menjauhkan seseorang dengan Rabbnya, bagi orang mukmin selalu ingin berada dekat dengan Allah, tidak ingin menjauh dari-Nya, merasa malu dan takut apabila melakukan kemaksiatan, karena selalu merasa dilihat dan diawasi oleh Allah, dalam kemaksiatan kita juga perlu kesabaran dalam menghadapi, karena manusia selalu cenderung sabar dengan sesuatu yang menyenangkan dan tidak sabar dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka rasa Mahabatullah dan takut kepada-Nya lah yang bisa menjadi penolong kita dalam bersabar dalam menghadapi kemaksiatan

Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman:
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)…” (QS. An-Nahl: 53)


“Jika kamu gembira karena kebaikan dan sedih sedih karena kemaksiatan, maka berarti engkau beriman (HR. Ahmad)
 
Sabar dalam menghadapi cobaan dan Rintangan
Seseorang yang beriman selalu tabah dan tegar menghadapi segala macam cobaan dan  rintangan karena menyadari bahwa setiap cobaan itu mengandung hikmah dibaliknya, selalu khusnudzon kepada Allah, meyakini bahwa setiap cobaan akan ada kebalikan dibaliknya

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 155-157)


Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang yang baik, maka Allah akan memberikan cobaan” (HR. Bukhary)

Sabar juga mengandung beberapa aspek penting yaitu:
Sabar dalam hal Phisik yaitu tabah menghadapi beban Sabar dalam hal Nafsu yaitu menahan diri dalam hal-hal yang hina Sabar dalam hal Peperangan yaitu berani dan pantang menyerah Sabar dalam hal Amarah yaitu murah hati dan bijaksana Sabar dalam hal Menghadapi masalah yaitu selalu lapang dada Sabar dalam hal Menyimpan sesuatu yaitu menjaga rahasia Sabar dalam hal Kehidupan yaitu menahan diri dalam keduniaan Sabar dalam hal Rizki yaitu selalu merasa puas / qona’ah Sabar dalam hal Ibadah yaitu berkelanjutan, konsisten atau istiqomah
Dan masih banyak lagi jenis sabar yang lainnya

Alhamdullah..
Semoga kita tergolong menjadi hamba Allah yang selalu sabar menghadapi segala macam aspek kehidupan sebagai wujud penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang di sifati dengan Ash-Shabur atau Maha Sabar, serta menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong.... Amin

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Sabar dalam Suka dan Tabah dalam Duka

Suka dan duka apapun bentuk esensinya sebenarnya sama, dan ekspresi yang ditunjukkan setelah menemuinyapun sama. Permasalahan utamanya adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi suka dan duka yang kita alami.

Hanya saja kita kadang melupakan duka ketika kita sedang diliputi kebahagiaan dan melupakan suka ketika mengalami kesusahan. Padahal bisa saja Allah menimpakan duka dan suka dalam waktu yang bersamaan. Dan biasanya kita mempunyai kecenderungan untuk lebih mendramatisir kedukaan kita sehingga menjadi kengerian yang amat sangat bagi jiwa kita dan kedukaan itu akan selalu ada dalam ingatan kita.

Ketika badai kedukaan itu terjadi, akan tampak kenyataan sejati kita sebagai manusia... merasakan kehampaan, kesunyian, kering kerontang dan tanpa arti.
Karena telah menjadi fitrah kita sebagai manusia, akan menemukan kehampaan diri ketika kita sedang diterjang badai kehidupan, seperti gelapnya masa depan dan kekacauan nasib yang datang silih berganti.
Bahkan bisa jadi tanpa henti seakan tidak memberikan sedikitpun ruang bagi kita untuk menarik nafas dan bersiap-siap untuk bertahan.
Nah... dalam kondisi seperti ini biasanya kita akan terpuruk dan putus asa, namun jika kita orang yang cerdar, barulah kita menyadari hakekat kita sebagai manusia dihadapan kekuatan alam dan kekuatan Allah. Sadar bahwa diri kita hanyalah sebungkah debu ditengah gurun pasir yang kuas. Kita hanyalah manusia biasa dengan kekuatan dan kekuasaan yang amat terbatas.

Ketika musibah terjadi, kadang kita kehilangan akal sehat, bahkan menjadi gila atau ingin mengakhiri hidup. Kita tak sanggup menahan beban hidup yang kita alami. Akal sehat kita tak berfungsi secara normal. Tak jarang kitapun mengutuk Allah dan memprotes perbuatanNya yang kita pandang tak adil.

Memang manusiawi, penderitaan hidup sering melahirkan kehampaan batin dalam diri kita. Sebab biasanya kita belum siap menerimanya. Kebanyakan dari kita akan merasa kuat dan gagah dalam menerima kebahagiaan daripada kesedihan. Oleh karenanya, oleh agama kita di ajarkan untuk mawas diri atau muraqabah dan mengakui keterbatasan kemampuan sebagai sesuatu yang alami yang harus diterima apa adanya. Maka wajar jika kita diperintahkan oleh agama untuk menyerahkan persoalan kita yang tak sanggup kita kuasai kepada Allah. Sebab, di Dunia dan di akhirat, Dia-lah yang menguasai hidup manusia.
Memang benar, bahwa kita dikaruniai kebebasan untuk memilih dan berikhtiar, namun kita tidaklah sepenuhnya menguasai jalan hidup kita sendiri. Jika tidak begini, kita akan mengalami kegoncangan psikologis yang tak terbandingkan ketika diri kita mengalami musibah yang berada di luar jangkauan kemampuan kita.

Setidaknya kita harus mampu menerima penderitaan sebagai sebagian jalan yang harus kita tempuh dari hidup kita sebagai manusia yang secara fitrah tak memiliki daya upaya kecuali sangatlah terbatas.
Kesadaran seperti ini yang mendorong kita untuk bersikap arif, bersujud dihadapan Allah seraya mengakui ke"dhaif"an kita. Sehingga penderitaan tidak dipandang sebagai akhir dari kehidupan ataupun sebagai sebuah bentuk ketidak adilan Allah terhadap diri kita. Dengan sikap seperti ini kita akan mampu bertahan dalam penderitaan dan berupaya dengan segenap kemampuan untuk mencapai kebahagiaan.
Jadi secara garis besar intinya adalah
"Penderitaan kan melahirkan kehampaan batin jika kita memaknainya sebagai azab namun akan melahirkan ketabahan jika kita memaknainya sebagai ujian yg harus kita lewati".

Fenomena Ilmu Sosial Dasar Dalam Kehidupan

Hal pertama saya akan mendefinisikan satu-satu dari apa yang dimaksud dengan Ilmu Sosial Dasar, Sistem Komputer, dan Fenomena dalam Kehidupan. Semuanya itu saling berkaitan, baik kita bukan dari Anak Sistem maupun Ilmu Komputer lainnya, hal itu bisa saja saling berkaitan, karena Ilmu Sosial Dasar mencakup seluruh lapisan masyarakt dan juga lingkungan. Karena Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh suatu masyarakat, dengan menggunakan Teori-teori (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ilmu Komputer, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah).
Dari definisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa Ilmu Sosial dasar mencakup segala Bidang dalam kehidupan, Maka dari itulah Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
Apa itu Sistem Komputer?
Sebagian masyarakat mungkin sudah mengenal Sistem Komputer, karena dari kata “Komputer” sendiri sudah mengandung makna bahwa itu berkaitan dengan Komputer itu sendiri. Tapi untuk orang di daerah-daerah tertinggal seperti contoh di Irian Jaya, yang sebagian besar masyarakatnya masih menggunakan koteka mungkin belum mengerti apa itu Sistem Komputer, Sistem Komputer itu sendiri memiliki arti kata, yaitu dari kata “Sistem” dan kata “Komputer” . Sistem adalah suatu tatanan yang saling terhubung dan memiliki lintasan dalam komponen-komponen yang ada. Dan untuk istilah Komputer sendiri adalah perangkat keras dan perangkat lunak yang saling terhubung dengan bantuan brainware (Pengguna).
Dalam kaitannya dengan Ilmu Sosial Dasar, perkembangan perangkat keras di dunia teknologi informasi juga berkembang sangat pesat. Komputer (prosesor computer) telah digunakan diberbagai bidang seperti mesin-mesin industry, alat-alat rumah tangga, bidang keamanan, otomotif, mainan elektronik (games), dan sebagainya. Lalu apa yang mendasari semua itu? Semuanya saling berkaitan dengan Ilmu Sosial, tetapi dalam kaitannya dengan Komputer tentu ada hal yang menguntungkan dan ada pula yang dirugikan dalam sebuah sosialisainya, banyak jejaring sosial yang telah dikembangkan oleh para ahli computer. Seperti Facebook, Twitter, Skypie dan masih banyak lainnya. Tetapi semua itu belum bisa menjadikan manusia saling bersosialisasi. Karena semua itu hanya saling terhubung dalam dunia maya.
Apa kaitannya antara Ilmu Sosial Dasar dan Sistem Komputer dalam fenomena kehidupan?
Dalam fenomena kehidupan sekarang memang yang namanya manusia tidak lepas dari apa itu Teknologi, semua teknologi itu tentunya diciptakan oleh seseorang yang ahli dibidang teknologi, semua itu diciptakan tentunya untuk membantu manusia dalam kehiduan sehari-hari. Dalam kesehariannya manusia tidak lepas dari komunikasi antar sesamanya. Namun bagaimana untuk jarak yang jauh seseorang dapat saling berkomunikasi, maka diciptakanlah Telefon, Komputer, dan masih banyak contoh lain, Komputer sendiri memiliki banyak kegunaan baik untuk pengerjaan tugas-tugas kantor, computer sendiri dapat digunakan untuk sarana komunikasi jarak jauh. Dalam Sistem Komputer mahasiswa diajarkan mengenai jaringan, program-program logika dan elektro (berkaitan dengan perangkat keras) tentunya disini mahasiswa diharapkan dapat menciptakan alat yang lebih inovasi dan dapat digunakan oleh banyak orang. Terciptanya Sistem Komputer juga memiliki tujuan, yaitu :
Menguasai dasar ilmu dan teknologi pengolahan informasi yang berbasi komputer dan mampu menganalisis, merancang, membangun, dan menciptakan perangkat keras dan devais berbasiskan komputer (sistem tertanam/sistem embeded).
Tentunya ini saling berhubungan apa itu Ilmu Sosial, Sistem Komputer dalam suatu fenomena kehidupan adalah untuk menjadikan manusia yang terampil dan Inovasi tentunya.

Jumat, 19 April 2013

SAYANGI SESAMA MAKA AKAN DISAYANG ALLAH

“Muhammad itu utusan Alloh, dan orang-orang yang bersama dia keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Qs. Al Fath; 29)

Sahabat sekalian banyak sekali ni’mat yang dianugerahkan Alloh kepada kita, namun hanya sedikit yang kita sadari bahwa itu semua adalah ni’mat, lebih celaka lagi kita melupakannya dan kita baru menyadari bahwa apa yang kita alami, miliki dan rasakan adalah ni’mat ketika semua itu telah berlalu dan bertemu dengan sesuatu yang tidak mengenakkan kita.
Satu dari sekian banyak ni’mat Alloh yang dianugerahkan kepada kita adalah ni’mat kasih sayang (Rohman dan Rohim) dengan berbagai macam bentuk dan perantaranya. Bentuk kasih sayang Alloh itu bisa berupa kesenangan atau kesusahan, kegembiraan maupun kesedihan, yang kesemuanyan tidak lain Alloh karuniakan semata-mata demi kebaikan kita agar kita semakin dekat dengan-Nya. Sedangkan sampainya kasih sayang Alloh kepada kita bisa melalui siapa saja seperti bapak, ibu, kakak, adik, saudara, tetangga, guru dan lain sebagainya, atau melalui apa saja mahluk Alloh yang lain.
Dalam bahasa arab kasih sayang disebut dengan istilah Rohmah, yang sering kali kita menyebutnya Rohmat. Rasa kasih sayang merupakan salah satu kekayaan yang tersimpan dalam hati kita yang amat sangat berharga. Kalau boleh dianalogikan seandainya hati adalah rumah mewah berisi emas, perak,  intan, permata, berlian atau lain sebagainya berupa materi keduniaan, maka sesungguhnya dalam hati terdapat terdapat iman, syukur, ikhlas, tawadhu’, iffah yang termasuk didalamnya Rohmat (kasih sayang).
Orang yang di dalam hatinya terdapat kekayaan berupa kasih sayang, maka ia akan termuliakan dengan kasih sayang nya itu, begitu pula sebaliknya ia akan terhinakan manakala dihatinya tidak terdapat kasih sayang.
Orang yang dalam hatinya dipenuhi kasih sayang dengan yang tidak, maka akan berbeda ketika dia mengasihi atau menyayangi orang lain. Perbedaan itu akan terletak pada ketulusan dalam memberikan kasih sayangya. Orang kaya yang punya uang satu juta semisal, ketika memberi seorang miskin seribu rupiah maka ia tidak berharap balasan yang sama atas pemberian yang diberikannya karena ia masih punya banyak sekali yakni sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah, artinya ketika kita mengasihi orang lain maka tidak terbersit sedikitpun bahwa orang yang kita kasihi akan membalas dengan kebaikan yang sama, karena dalam hati kita masih sangat banyak sekali kekayaan yang bernama rahmah itu.
Sahabat sekalian, paling tidak ada dua ciri seorang yang dihatinya benar-benar tersimpan kekayaan yang bernama rohmah  (kasih sayang ) itu, ciri tersebut antara lain :
Pertama, Kasih sayangnya tanpa ada pamrih,- Orang yang di hatinya ada kekayaan kasih sayang, maka dia akan mencurahkan kasih sayangnya kepada orang lain dengan sepenuh hati. Ia lakukan bukan lantaran ingin di balas atau ingin disayangi  orang tersebut, akan tetapi semata-mata ingin mendapat balasan dari Alloh. Orang yang miskin kasih sayang, maka ketika mengasihi dan menyayangi orang lain, ia akan mengharapkan balasan yang serupa dari orang lain tersebut. Semisal orang yang dasarnya memang miskin uang, kemudian ia memberi uang kepada orang lain, maka apa yang muncul di hatinya ? meski dia memberi tetap saja di hatinya akan terbersit harapan bahwa suatu saat orang yang diberi akan balik memberinya ketika ia butuh. Sama halnya dengan orang yang menyumbang, ketika  kebetulan dirumahnya ada hajatan, maka dia berharap akan disumbang. Kedua hal tersebut menunjukan bahwa mereka sama-sama miskinnya, karena masih berharap ingin dikasih dan diberi.
Orang yang kaya kasih sayang dia tidak berharap-harap meski sekecil apapun balasan dari kasih sayang yang diberikannya. Tidak pernah kecewa,  menyesal, merasa rugi ataupun timbul kebencian, sekalipun orang yang ia kasihi dan ia sayangi tidak membalasnya, bahkan sekedar berterima kasihpun tidak. Bahkan dia merasa bahagia, bangga bisa mencurahkan kasih sayangnya dengan ikhlas tanpa pamrih kepada orang lain. Balasan yang ia harapkan adalah pahala dan ridho Alloh subhanahu wata’ala.
Kedua, Tahu siapa yang harus didahulukan dalam mencurahkan kasih sayangnya,- Orang yang betul-betul kaya akan kasih sayang, maka dalam memberikan kasih sayangnya akan membuat skala prioritas siapa terlebih dahulu yang harus dikasihinya. Semisal ia punya banyak uang dan hidup dalam lingkungan yang kecil maka ketika ia akan memberikan sebagian uangnya, maka terlebih dahulu pada orang paling sangat membutuhkan. Demikian juga halnya dengan prioritas mencurahkan kasih sayang, yang jadi prioritas tentunya adalah yang sangat membutuhkan itu.  Pertanyaan yang muncul adalah siapa sebetulnya yang perlu jadi prioritas dalam memberikan kasih sayang itu?, tentunya bukanlah mereka yang jompo, bukanlah mereka yang miskin atau yatim piatu. Yang paling sangat membutuhkan kasih sayang adalah orang yang dalam hatinya sedang miskin kasih sayang, yaitu mereka yang dalam hatinya terdapat kebencian terutama kebencian kepada kita. Kemudian sanggupkah kita menyayangi orang yang membenci kita? Jika kita tidak sanggup, berarti kita juga termasuk orang yang miskin kasih sayang. Orang yang miskin kasih sayang tidak akan mampu memberikan kasih sayangnya, maka yang ada hanyalah keinginan untuk saling menjatuhkan, menghina, bahagia bila orang lain sengsara dan selalu berharap bahwa selain dirinya itu menderita. Merekalah yang pertama kali perlu diberi kasih sayang, sehingga dia akan menjadi orang yang kaya kasih sayang.
Begitulah dua ciri orang yang memiliki kekayaan kasih sayang dalam hatinya, dia akan selalu tangguh, selalu menyayangi meski dibenci, tidak pernah putus asa dan kecewa apabila tidak mendapatkan imbalan sesenpun dari orang yang ia kasihi dan sayangi. Dan sesungguhnya kalau kita perhatikan baik-baik, justeru kita sering melakukan hal yang aneh-aneh yang bisa menunjukkan dan lebih memantapkan kalau kita memang awalnya miskin kasih sayang, itu mungkin bisa terjadi karena kita  kurang memahaminya. Semisal, suatu ketika ada orang yang menampakan kebenciannya kepada kita dan menghina kita. Kita mengaku tidak senang dihina, tidak sakit hati, tidak tersinggung tetapi kita berkilah dengan alasan mengapa kita harus menyenangkan dia sementara dia menghina kita, sehingga alasan tersebut malah menyenangkan orang yang menghina kita. Karena orang yang menghina akan merasa berhasil bila yang dihinanya melakukan perlawanan, semisal ia sedih dengan penghinaan tersebut.
Penghinaan dan kebencian itu ibarat dua sisi mata uang, maka jangan sakit hati bila dihina orang, sesungguhnya yang berhak merasa sakit hati adalah orang yang yang menghina, sebab penghinaan itu akan kembali pada dirinya sendiri bila direspon dengan kasih sayang, dan akhirnya penghinaannya akan menjadi boomerang  baginya./ Dengan demikian orang yang dihina itu pantang membalas menghina orang yang menghinanya.
Orang yang memahami betul persoalan ini maka ketika ada yang menghina dirinya maka yang dilihat bukan penghinaannya, justeru sebaliknya yaitu hikmah yang tersimpan dibalik hinaan tersebut. Suatu saat seorang sahabat bertanya kepada Rosululloh: “Ya Rosululloh, tunjukkan aku amalan apa yang bisa memasukkanku ke dalam surga?”, Beliau menjawab: “Maafkanlah orang yang menganiayamu.”. Sahabat sekalian, bentuk penganiayaan adalah menghina, berarti bila kita memaafkan orang menganiaya kita sama artinya dengan memaafkan orang yang menghina kita.
Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik apabila kita memaafkan orang yang menghina kita. Antara lain:
Pertama, Kita punya tabungan amal dari memaafkan kesalahan  orang lain  tersebut. Kapan kita akan memaafkan orang lain kalau tidak ada orang yang berbuat salah, tidak ada yang menghina, tidak ada yang mendzalimi kita. Padahal pekerjaan memaafkan merupakan suatu hal  yang ringan sekali, tidak menuntut banyak tenaga, tidak perlu modal besar, tidak harus dengan waktu berhari-hari bahkan tidak perlu cucuran air mata dan simbahan darah. Jika kita katakan dalam beberapa detik saja perkataan maaf, rasanya ringan dan tidak memberatkan, itupun masih berbuntut dengan dicatat sebagai prestasi untuk menuju jalan kesurga Alloh, namun demikian tidak berarti bahwa kita berharap orang lain berbuat salah kepada kita.
Kedua, Hinaan sebetulnya adalah control pemberitahu bobot harga diri kita,- pernahkah kita melihat intan?, sebongkah batu bata bila dijatuhkan pada sebongkah intan yang kebetulan disampingnya ada tape. Apa yang terjadi? Maka hancurlah batu bata tadi, intan akan tetap utuh  tetap berkilau tidak bergeming sedikitpun, tetap memancarkan pesona keindahannya, tetapi tidak demikian halnya dengan tape yang terkena bongkahan batu bata maka ia akan penyet, rusak, remuk bahkan tidak mungkin ada yang mau mengambil karena kotor kena pecahan bata. Begitulah rumusnya, bila hati kita kaya akan kasih sayang meskipun ada orang yang menghina kita, kita tidak bergeming, tidak merasa hancur-hancuran, kita tetap cemerlang dan tidak ada keinginan  untuk membalas, sebagaimana sebongkah intan. Tetapi, sebaliknya apabila ada orang yang menghina kita, lalu kita membalas hinaannya berarti tak ubahnya kita seperti sebungkus tape. Kita tahu berapa harga tape dipasar? Hanya seribu rupiah, itupun masih dapat tiga bungkus lagi. Ingin samakah kita dengan nilai tape? Tentu tidak.
Jadi dengan hinaan ini kita tahu seberapa harga diri kita, artinya kalau ada orang yang menghina kita, sebenarnya dia sedang mengasihi kita, sebenarnya dia sedang memberitahukan  kita yang sebenarnya, cuma mungkin pengungkapannya lain tidak selembut yang kita harapkan.
Ketiga, sikap memaafkan adalah bentuk curahan kasih sayangnya- Tidak semua bias mencurahkan kasih sayangnya dengan lembut, tetapi ada pula dengan cara yang lain seperti penghinaan. Kalau kita faham dengan orang yang menghina kita, maka belum tentu dia melakukan itu benar-benar benci. Bisa jadi merupakan ungkapan kasih sayangnya kepada kita. Sudah seharusnya sikap kita kepada merekapun melimpahkan kasih sayang meski tidak dengan cara yang sama dengannya, yaitu kasih sayang yang sesungguhnya, sebagai rasa terima kasih kita kepada orang yang menyayangi kita.
Inilah beberapa fenomena yang ada, apabila kita betul-betul memahami makna kasih sayang kepada sesama, maka dalam kehidupan ini rasanya sulit untuk membenci orang lain. Seperti halnya ketika kita diajak seseorang untuk berbuat sesuatu yang kita yakini kebenarannya, yakni agar setiap kali hendak melakukan sesuatu kita awali dengan basmalah, maka kita pun akan memulai segala sesuatu dengan basmalah. Karena dalam bacaan tersebut terkandung dua makna yaitu setiap pekerjaan yang diawali dengan basmalah berarti dia telah mengagungkan asma Alloh. Bismilah artinya dengan menyebut asma Alloh, nama Alloh adalah nama yang sarat dengan keagungan. Misal mau makan, berpakaian atau apa saja sebelumnya hendaknya mengucap basmalah. Demikian halnya dengan mengagungkan asma Alloh melalui amal-amal kita sehingga amal tersebut bisa sejalan dengan kehendak Alloh. Tentunya amal tersebut adalah amal-amal yang baik (sesuai dengan keinginan Alloh), karena amal yang tidak baik tidak diawali dengan basmalah. Yang kedua, setiap perbuatan yang kita lakukan harus memiliki makna kasih sayang, – Dalam bismilah itu dilanjutkan dengan Ar Rahman dan Ar Rohiim bukan azizul jabbar atau ataupun Hayyul qoyyum. Dalam hal ini Alloh mengajarkan bahwa kasih sayang itu tiada bertepi, tidak bisa dibatasi oleh siapapun atau apapun. Ketika kita mencurahkan kasih sayang kepada siapapun meski orang kafir sekalipun, kita harus bisa membedakan mana perbuatannya dan mana orangnya. Terhadap orang kafir, maka bukan orangnya yang kita benci akan tetapi perbuatannya, karena besar harapan kita bahwa orangnya akan mendapatkan hidayah dari Alloh dan bisa kembali ke jalan yang lurus.
Sesungguhnya masih banyak sekali yang bisa kita dapatkan dari makna kasih sayang ini, dan akhirnya orang yang kaya akan kasih sayang akan senantiasa membantu orang-orang yang ingkar akan kebenaran Alloh sehingga mereka bisa meninggalkan jalan yang sesat menuju ke jalan yang penuh cahaya Alloh. Bagaimana hal dengan kita? Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang memiliki kasih sayang yang melimpah, sehingga kita bisa dipilih oleh Alloh untuk bisa mengantarkan saudara-saudara kita menuju kepada cahaya Ilahi dan menambah keimanan kita kepada Alloh Subhanahu wata’ala. Wallohu’alam bish showab.

Senin, 20 Agustus 2012

tiada kesucian menjadi sempurna

                                
tiada kesucian menjadi sempurna
tatkala ada salah satu kebencian tertanam dalam jiwa
membasuh jiwa dengan permintaan maaf.
terkirim dari lubuk hati atas kesalahan selama ini
selemat hari raya idul fitri 1433 H. mohon maaf lahir batin.

Penelitian: Ponsel Bantu Turunkan Berat Badan

Ponsel yang kita gunakan sekarang dikabarkan tak lama lagi akan bisa membantu menurunkan berat badan.  


Para peneliti dengan Calit2`s Center for Wireless and Population Health Systems (CWPHS) dan departement of family and preventive medicine, di Universitas California, San Diego telah mengembangkan penelitian sebelumnya yang bertujuan menemukan jika teknologi ponsel dapat membantu menurunkan berat badan.

Selama setahun, para peneliti dengan penelitian "ConTxt" akan mengevaluasi penggunaan pesan singkat ponsel guna mengingatkan para partisipan untuk membuat pilihan gizi yang bijak dalam sehari.

Para partisipan diacak dalam kondisi yang terintervensi yang juga akan diberikan pesan yang disesuaikan untuk mengurangi berat badan dan perubahan gaya hidup sebagai pedometer guna memantau aktivitas keseharian mereka.

"ConTxt sangat inovatif, meski pendekatan langsung guna membuat orang bisa memantau aktivitas diet dan fisik mereka," kata ketua investigator CWPHS Kevin Patrick,MD,MSm yang seorang professor dari departemen Family and preventive medicine, UC San Diego School of Medicine.

"Kami mencoba untuk membuat ini sebisa mungkin gratis. Orang tak ingin melekat pada sesuatu yang terlalu sulit dan mereka semuanya multitasking. Kami melakukan penelitian ini guna meningkatkan apa yang kami ketahui mengenai penggunaan ponsel untuk mendapatkan pesan ketika orang sedang sibuk dan sedang dalam perjalanan."

ConTxt merekrut lebih dari 300 partisipan untuk penelitian itu. Sebagai bagian dari penyesuaian program, penelitian diselesaikan dengan kunjungan ke tingkat inti yang akan membantu menentukan gaya hidup para partisipan. Sebagai contoh, menentukan toko grosir terdekat, menemukan peluang berolah raga dan kemungkinan daftar yang mendorong program itu dari teman atau keluarga.

Intervensi itu dirancang untuk mengirimkan "tanda" teks atau pesan gambar dengan saran spesifik atau tips terkait seputar diet dan memperbaiki kebiasaan gaya hidup.

"Tampaknya semua orang punya ponsel. Bagi mereka yang biasa membawanya bersama mereka sepanjang waktu, kami ingin melihat apakah kita dapat menggunakan teknologi yang sama untuk membuat orang berpikir berbeda," terang koordinator penelitian ConTxt Lindsay W. Dillon, MPH, CHES.

TahukahKamu.com | sumber: vemale.com

Kata-kata Sepele yang Tidak Boleh Diucapkan Pada Anak Kecil

Berikut ini ada Beberapa larangan yang tidak boleh kamu ucapkan kepada buah hati kamu diantaranya sebagai berikut.  

Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak kamu lontarkan untuk buah hati tercinta.
Apa itu?

''Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!''

Ketika kamu kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. ''Jika kamu terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.''

''Kamu Itu...''

Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, ''Anak saya memang pemalu'', maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.

''Jangan Nangis''

Atau, kata-kata serupa seperti, ''Jangan cengeng'' atau ''Nangis melulu''. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. ''Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan ''jangan'' tidak berarti anak-anak akan lebih baik. ''Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,'' ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.
Lebih baik, katakan pada anak bahwa kamu memahami perasaan sedih yang dia alami. ''Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak...''

''Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?''

''Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?''
Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti kamu menginginkan anak kamu menjadi orang yang berbeda.

Semoga beberapa referensi kata-kata diatas bisa di jadikan untuk pedoman atau pegangan, salam.

TahukahKamu.com | sumber: hangat-news.blogspot.com

Tahukah Anda 10 Kota Terpadat di Indonesia?

Kota terpadat di Indonesia adalah Kota Jakarta dengan penduduk sejumlah 9.607.787 jiwa (sensus tahun 2010). Sebagai Ibukota Negara dan pusat bisnis di Indonesia, sangat wajar jika Jakarta memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan menjadi kota terpadat di Indonesia. Setiap tahun jumlah penduduk Jakarta terus bertambah, banyak penduduk Indonesia yang menjadikan Jakarta sebagai tujuan utama mencari pekerjaan.
                           3050c0039d861eb751bc7ba4f3ee0f4b Tahukah Anda 10 Kota Terpadat di Indonesia?
Secara pasti tidak dapat diketahui jumlah penduduk di setiap kota di Indonesia, hal ini karena setiap tahunnya banyak pendatang berdatangan di kota-kota besar di Indonesia, dan banyak di antara mereka tidak terdata. Data terbaru yang menjadi rujukan adalah hasil sensus penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Berikut adalah daftar 10 kota terpadat di Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 2010:
1. Jakarta (DKI Jakarta), jumlah penduduk 9.607.787 jiwa;
2. Surabaya (Jawa Timur), jumlah penduduk 2.765.487 jiwa;
3. Bandung (Jawa barat), jumlah penduduk 2.394.873 jiwa;
4. Bekasi (Jawa Barat), jumlah penduduk 2.334.871 jiwa;
5. Medan (Sumatera Utara), jumlah penduduk 2.097.610 jiwa;
6. Tangerang (Banten), jumlah penduduk 1.798.601 jiwa;
7. Depok (Jawa Barat), jumlah penduduk 1.738.570 jiwa;
8. Semarang (Jawa Tengah), jumlah penduduk 1.555.984 jiwa;
9. Palembang (Sumatera Selatan), jumlah penduduk 1.455.284 jiwa;
10. Makassar (Sulawesi Selatan), jumlah penduduk 1.338.663 jiwa.

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia
Gambar: wartakotalive.com

Sabtu, 18 Agustus 2012

Makna Idul Fitri

                 

                 Selamat Idul Fitri                                                  

Idul Fitri adalah hari raya yang datang berulangkali setiap tanggal 1 Syawal, yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya kata fitri di sini diartikan “berbuka” atau “berhenti puasa” yang identik dengan makan minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri disambut dengan makan-makan dan minum-minum yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi yang Salah

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna idul fitri sendiri juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai ‘Kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci‘ sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang muslim selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.

Makna Idul Fitri yang Asli

Idul Fitri berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak Islami, Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Kesalahan Besar

Adalah kesalahan besar apabila Idul Firi dimaknai dengan ‘Perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum‘ sehingga tadinya dilarang makan di siang hari, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan kemudian. Karena Ramadhan sudah usai maka keniaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan.
Ringkasnya kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang shaleh mustman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrahan dan nilai ketaqwaan.
Ketika merayakan Idul Fitri setidaknya ada tiga sikap yang harus kitapunyai, yaitu:
  1. Rasa penuh harap kepada AllahSWT (Raja’). Harap akan diampuni dosa-dosa yang berlalu. Janji Allah SWT akan ampunan itu sebagai buah dari “kerja keras” sebulan lamanya menahan hawa nafsu dengan berpuasa.
  2. Melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan. Apakah puasayang kita lakukan telah sarat dengan makna, atau hanya puasa menahan lapar dan dahaga saja Di siang bulan Ramadhan kitaberpuasa, tetapi hati kita, lidah kita tidak bisa ditahan dari perbuatan atau perkataari yang menyakitkan orang lain. Kita harus terhindar dari sabda Nabi SAW yang mengatakan banyakorangyang hanya sekedar berpuasa saja: “Banyak sekali orang yang berpuasa, yang hanya puasanya sekedar menahan lapar dan dahaga“.
  3. Mempertahankan nilai kesucian yang baru saja diraih. Tidak kehilangan semangat dalam ibadah karena lewatnya bulan Ramadhan, karena predikat taqwa sehantsnya berkelanjutan hingga akhir hayat. Firman Allah SWT: “Hai orang yang beriman, bertagwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kati kamu mati melainkan dalam keadaan ber-agama Islam ” (QS. Ali Imran: 102).
Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 39/Thn. XIII  -  26 September 2008

                                                                                                                               

Kamis, 16 Agustus 2012

Mutiara Hikmah

Mata Air Yang Tak Pernah Kering

Pernahkah terlintas dibenak kita, Mengapa hidup tiap hari selalu begini ?, Mengapa yang di kerjakan itu-itu juga ? Perjalanan hidup kadang terasa begitu berat membelenggu, hidup terkadang terasa hampa dan melelahkan. Rutinitas hidup membuat kita kehilangan makna dari pencarian arti hidup itu sendiri. Selalu saja kita dituntut untuk beranjak dari satu waktu ke waktu yang lain. Siang dan malam berganti begitu cepatnya. Bangun dari tidur lelap kita di subuh hari, menunaikan sholat, sarapan pagi, meniti karir hingga tak terasa sore menjelang, dan malam pun kembali menyalami kita.
Cobalah kita mengurai kembali sejarah hidup kita, apakah masih lekat di ingatan kita bagaimana sosok kita dulu, bocah yang dengan polosnya menghabiskan waktu dengan bermain-main, merangkak perlahan untuk belajar berjalan, bahkan untuk sekedar mengucap alphabet, orang tua kita mengajari kita dengan susahnya. Lalu lihatlah diri kita saat ini, sadarkah ternyata bertahun-tahun masa telah kita lewati. Banyak wajah yang datang silih berganti, hingga menempatkan kita pada kurun waktu tertentu untuk belajar memaknai hidup. Apa kita sudah benar-benar mengerti untuk apa kita hidup? Tersentuhkah kita bahwa ternyata ada sesuatu yang terasa kurang dalam hidup, menjadi seperti dahaga yang terus saja menghampiri. Bagi seorang pemuda, Kerinduan akan pasangan hidup menjadi salah satu alasan mengapa hidup terasa hambar.
Ketentraman hati untuk bisa menjalani hidup dengan pendamping pujaan hati. Namun ketika Allah dengan rahasia-Nya yang unik menganugerahkan seseorang dari tangan-Nya, menjadi bagian terindah dalam separuh masa hidup kita, yakinlah… tetap saja akan terasa sama, karena ketika kita menggantungkan kekosongan jiwa kepada makhluk, ia hanya bisa mengisi ruang hati kita dengan keterbatasan waktu dan ruang yang ia miliki. Maka sekali lagi hanya hampa yang bisa kita dapati. “… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram”.(QS. Ar Ra’d : 28).
Allah-lah yang abadi, tak pernah berhenti mengalirkan mata air kehidupan, sehingga dengannya kita mampu mencukupi dahaga hati ini, mengisi setiap ruang dengan penuh makna dan kedamaian sebanyak yang kita inginkan. Rasulullah pernah bersabda “Demi Allah, tiadalah kehidupan dunia dibandingkan dengan akhirat hanyalah seperti kamu memasukkan jarimu ke dalam laut dan lihatlah air yang terbawa oleh jari itu”. Harta yang melimpah dan status sosial yang baik pada dasarnya tidak akan memberikan kebahagiaan yang hakiki. Saat kematian menjemput, semua itu menjadi tak berarti. Hilang seketika.
“Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaikbaiknya.”( QS. Al Kahfi : 103-104). Bahwasanya menggantungkan setiap langkah kita hanya kepada Allah dan membenarkan ayat-ayat Allah dalam hati, lisan, dan perbuatan; tidak akan pernah membuat kita merasa rugi dan sia-sia menjalani hidup, membuat kita benar-benar yakin dengan apa yang kita kerjakan dalam rentetan waktu yang entah sampai kapan akan berakhir.
Sehingga kita tidak akan kehilangan arah, mengerti dengan pasti untuk apa hidup dan kemana terminal akhirnya. Kebahagiaan yang kita perjuangkan di dunia ini jangan sampai membuat kita melupakan kekalnya negeri akhirat, kenikmatan abadi bersama para bidadari di sebuah taman, yang dibawahnya mengalir sungai-sungai terindah. Allah Swt berfirman ”Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?”(QS. Al Qashash : 60). Negeri dunia yang kita tempati saat ini hanyalah satu episode dari alur kisah yang panjang. Kita bermain peran sesuai dengan skenario Allah.
Namun episode yang ada saat ini, tidak lain akan menentukan posisi kita di episode selanjutnya. Saat ini, pada episode dimana kita sedang berkarya demi kemaslahatan hidup dan demi orang-orang yang kita cintai, ada satu hal yang sangat berharga dan jangan sampai kita lupakan. Allah Swt berfirman dalam Surat Al Ma’idah ayat 5 : “…Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi”. Mengapa keimanan menjadi penting dalam rutinitas hidup kita di dunia, hal itu karena keimanan menjadi fondasi dalam agama kita. Apapun yang kita lakukan hanya dapat memiliki nilai apabila kita sungguhsungguh mempertahankan iman hingga hembusan nafas terakhir. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api”.
Cukup jelaslah bagi kita bagaimana menyikapi perjalanan hidup ini sehingga kehampaan dan kesia-siaan tidak membayangi kita. Kita butuh manisnya iman untuk menjalani hidup. Kita butuh ketentraman dan kedamaian hidup dengan selalu mencintai Allah.Saudaraku…, untuk mencintai Allah, tidak ada cara lain selain dengan kita mengenali diri-Nya. Subhanallah, cinta unik yang dapat membuahkan rasa takut, tawakal, pengharapan, ketergantungan diri, dan ketundukan hanya kepada-Nya. Jika kita takut kepada makhluk, maka niscaya kita akan lari darinya namun jika kita takut kepada Allah, tentulah kita akan mendekat kepada-Nya. Ibnul Qoyyim mengatakan: “Allah mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al Qur’an dengan dua cara yaitu pertama dengan melihat segala perbuatan Allah dan yang kedua dengan melihat, merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tandatanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran : 190).
Demi meraih keridhoan-Nya, kita mampu dengan tulus hati mewujudkan segala bentuk ketaatan dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketika orang-orang mengalami gundahgulana dalam hidup, kita tersenyum dengan hati yang tentram karena rasa aman yang Allah anugerahkan. Dan ketika orang-orang dirundung rasa takut menghadapi segala macam problema hidup, kita memiliki keberanian yang tak tersangsikan karena kita yakin bahwa Allah mengerti betul apa yang terbaik untuk diri kita. Kita memang tidak selalu tahu rencana Allah untuk kita, tapi yakinlah bahwa Allah selalu memiliki rahasia yang jauh melebihi kemampuan manusia. Optimisme dalam hidup untuk terus berbuat kebaikan harus ada dalam setiap pribadi muslim. “… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”(QS. Yusuf : 87).
Kita tak selalu mendapatkan apa yang kita sukai, oleh karena itu berusahalah kita untuk selalu menyukai apapun yang kita dapatkan. Syukur membuat segala beban hidup kita menjadi ringan, kita pun akan merasakan sebuah kekuatan yang akan tumbuh dari kesederhanaan. Kekuatan untuk bisa berbagi dengan sesama. Manusia adalah makhluk yang lemah, benar-benar memiliki keterbatasan. Sehingga tidak semua apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Sesungguhnya apa yang telah kita miliki saat ini pun adalah karena luasnya rahmat Allah. Kita tidak mempunyai kuasa dengan apa yang kita miliki.
Jangan sampai Allah mengambil kembali apa yang dititipkan-Nya kepada kita hanya karena kita tidak pandai mensyukuri apa yang telah ada. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(QS. Ibrahim : 7) Bersyukurlah kita kepada Allah, Rabb yang menggenggam segala apapun di semesta. Tiada satu serpih partikel pun yang berada di semesta kecuali semua ada dalam kuasa- Nya. Dengan taburan Rahman dan Rahim-Nya kita masih diberi nafas untuk senantiasa memperbaiki diri. Percayalah, kita penuh dengan kekhilafan, namun dengan ijin Allah, Insya Allah masih ada kesempatan untuk kita menjalani hidup yang hanya satu kali ini dengan senantiasa berada di atas jalan petunjuk-Nya, memaksimalkan wujud ketundukan kita.
Tumpahkanlah air mata penyesalan sebagai tanda taubat kita sehingga Allah ridho mengampuni segala kesalahan kita, memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang sholeh dan berkenan memasukkan kita ke surga- Nya. Saudaraku… tundukkanlah hati kita, rendahkanlah diri dihadapan-Nya. Semailah benihbenih kebaikan. Negeri akhirat yang abadi sungguh lebih baik dan lebih indah disbanding fatamorgana dunia. Temukan sebuah energi yang dapat membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita. Hidup tidak akan terasa hampa, tidak pula akan sia-sia. Ada mata air yang tak pernah kering untuk mencukupi dahaga jiwa kita. Insya Allah…
Wallahu’alam bi showab


Sumber : Wahyu Ridhoni

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kenapa Harus Aku Yang Di Uji ?

Alhamdulillah maha suci Allah yang menciptakan persoalan – persoalan bagi kita, yang dengan persoalan itu seharusnya kita jadi tambah ilmu, tambah pengalaman, tambah wawasan dan tambah iman.        
            Memang ada kalanya hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getirpun menjadi rasa yang tertuai.
            Namun ketika persoalan itu muncul, terkadang yang terucap dari mulut kita adalah “ Ya allah kenapa harus aku yang di uji?” seolah – olah menyalahkan dan bersu’udzon kepada allah. seolah Allah tidak berpihak, sudah tahajjud, shaum senin kamis, shaum daud, kok Allah tidak berpihak juga ya, pernah tidak seperti itu? Nah jadi kita ini bukan saja harus menyadari, namun juga harus bertanya pada diri sendiri, hidup ini untuk apa? jawaban yang tepat untuk ibadah bukan? sebagaimana firman Allah dalam surat Adz-Dzariyaat:56 yang artinya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (ibadah) kepada-Ku".  
            Kalau begitu tidak ada alasan untuk bersedih, apalagi setelah kita merenungi hadits Rasulullah SAW yang kutipannya seperti ini, bahwa Allah sedang memilih kepada siapa cinta-Nya akan diberikan, kemudian Allah akan menguji hambanya dengan memberi cinta-Nya apabila hambanya dapat sabar dalam cobaannya itu Allah akan memilihnya untuk memberikan cinta-Nya dan apabila dia ikhlas, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dan ridho Allah ada beserta hambanya yang ridho dan ikhlas.Jadi kalau lagi susah hati itu bukan berarti Allah tidak berpihak, kenapa? karena  Allah  sedang menguji kita dalam keadaan tidak berkenan, tidak enak, tidak menyenangkan, cinta kita kepada Allah harus tetap tinggi. Adanya kesedihan yang muncul, adanya fikiran kondisi tersebut karena Allah tidak berpihak, jangan sampai membuat kita larut didalamnya, kenapa? karena kalau dalam keadaan begitu Allah memanggil kita kemudian wafat, kita bagaimana?
            Idealnya kita hidup di dunia ini ingin merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Tapi ternyata justru yang namanya hidup, pasti penuh dengan ujian, sebuah keniscayaan yang telah jadi sunatullohNya. Pada dasarnya kehidupan kita adalah kumpulan dari m  asalah demi masalah. Bahwa pergantian dan perpindahan dari satu waktu ke waktu yang lain adalah perpindahan dan pergantian masalah demi masalah. Karena hidup adalah tempatnya ujian atau masalah. Sebagaimana firmannya : 
“ Dan kami pasti akan menguji  kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah – buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar “       (Q.S Al baqarah : 155 )
Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk kami menguji mereka siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya” ( Q.S al Kahfi  : 7 )
“ Apakah mereka mengira bahwa mereka akan di biarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman” dan mereka tidak di uji? Dan sungguh, kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka allah pasti mengetahui orang – orang yang benar dan pasti mengetahui orang – orang yang dusta” ( Q.S Al Ankabut 2- 3 )
            karena hidup itu warna warni. ada  suka,  ada  juga duka, ada tertawa ada menangis. Kita senantiasa berhadapan  dengan  masalah. Hanya  saja  kadarnyamasalah itu berbeda – beda sesuai tingkatan kemampuan seseorang dalam memikulnya. Karena hidup tidak selamanya merasakan kebahagiaan saja pun tidak hanya merasakan kesedihan saja, setiap manusia pasti memiliki episodenya masing-masing. Yang menjadi masalah sebenarnya bukan pada masalahnya, namun masalah yang utama adalah sikap kita terhadap suatu masalah. Dengan masalah yang sama ada yang bersyukur, dan yang lain ada sebaliknya. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya urusan orang beriman itu selalu baik, apabila di timpa kebaikan ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Dan apabila ia di timpa kesusahan ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”
            Sebuah contoh sederhana, ketika seseorang kehilangan sepasang alas kakinya, sandal atau sepatu miliknya, pada detik itu ia merasa mendapat musibah, namun tidak lama menjelang ia melihat orang yang kehilangan kakinya, iapun bersyukur. Kenapa? Karena dirinya hanya kehilangan alas kakinya saja, sementara saudaranya kehilangan kaki yang tidak ternilai harganya. Subhanalloh. Jadi sebenarnya jangan takut oleh persoalan hidup apapun, tapi takut salah menghadapi persoalan hidup. yang harus terus kita yakini bahwa getirnya hidup, tidaklah menandakan rahmat allah telah sirna, perihnya cobaan, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan allah sedang menggelayuti kehidupan ini. Sebaliknya, getir dan perihnya rasa yang kita alami dapat menjadi tanda bahwa allah sedang menghapus dosa – dosa yang pernah kita perbuat. Karena ada dosa yang tidak bisa di hapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada  dosa  yang tidak  bisa terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni. Saat getirnya membuncah di situlah kesucian akan tertuai. Hasilnya hatipun menjadi tenang dan keberkahan hidup menjadi jaminan.
            Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiran kita untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kita mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar. Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan  yang  demikian  itu)  supaya  kamu  jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)
            Jadi ketika persoalan hidup datang menghampiri kita, apa yang harus kita lakukan? Yang pertama adalah Hati siap menghadapi yang cocok dengan keinginan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan. “ Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui “ ( Q.S Al Baqarah : 216 ) karena jelek menurut kita belum tentu jelek juga menurut allah, ilmu allah sangat luas sedangkan ilmu kita sangatlah terbatas, siapa tahu yang menurut kita itu jelek, ternyata itu adalah jalan kebaikan bagi kita. Seperti minum jamu, diawal ketika kita meminumnya, kita akan merasakan pahitnya jamu, tapi coba kita rasakan setelah minum jamu, badan menjadi terasa lebih sehat, begitu juga dengan ujian yang datang menimpa kita, pahit memang, getir juga iya, tapi ketika kita bisa menyikapi ujian yang kita hadapi itu dengan berhusnudzan pada allah, maka tidak hanya hati kita yang menjadi tenang, tapi akhlak menjadi cemerlang dan allah pun pasti akan sayang. Kita boleh saja menangis, tapi ini bukanlah akhir dari segalanya. Bukan kah selama ini kita meminta pada allah untuk di tunjukkan jalan yang terbaik? Dan mungkin iniah caranya allah untuk menunjukkan kepada kita mana jalan yang terbaik bagi kita. Jika dengan datangnya ujian ini bisa menjadikan kita menjadi lebih mengenal, dekat dan lebih cinta kepada allah kenapa kita harus tidak rela? Ketika ujian ini bisa membuat kita memperbaiki diri kenapa kita harus kecewa? Yang penting tugas kita adalah luruskan niat, ibadah dan ikhtiar kita sempurnakan, selanjutya terserah allah, karena tugas kita bukan menentukan segala – galanya.
            Manusia hanya tahu apa yang telah terjadi dan dialaminya, akan tetapi ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa datang. Karena itu manusia perlu mendasarkan semua yang diinginkan dan diusahakannya menurut ketentuan Allah dan dalam batas-batas yang diridlai-Nya. Segala sesuatu yang terjadi, tidak ada yang di luar kehendak Allah. Orang yang teguh imannya kepada Allah, ia yakin bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Oleh karena itu orang beriman tidak mengenal putus asa. Jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan atas dirinya, ia segera ingat kepada Allah. Boleh jadi ada hikmahnya, yang saat ini ia belum mengetahuinya, ia dapat menghindari rasa kecewa. Firman Allah: Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Q. S. 4 : 19)
            Langkah yang kedua adalah kalau sudah terjadi harus Ridho. Karena tidak ridho pun tetap terjadi. Orang itu menderita bukan karena kenyataannya, tapi karena tidak bisa menerima kenyataan. Dan orang yang enak itu adalah orang   yang bisa menghadapi kenyataan. Karena ridho itu sendiri adalah menerima kenyataan sambil memperbaiki keadaan. Terkadang kita sering mengeluh pada allah, “ Ya allah, kenapa ujianku seberat ini?” ingat “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya itu” (Q.S Al Baqarah : 286)  Allah maha tahu kadar kesanggupan kita dalam menghadapi ujiannya itu. Dan kita pasti mampu untuk menghadapinya. Ketika ingin naik jabatan, kita rela bekerja sebaik mungkin demi mendapatkan posisi yang kita inginkan,dan kita begitu senang ketika sudah mendapatkannya, apalagi ini, ujian yang kita hadapi ini tidak lain adalah agar kita menjadi hamba yang tinggi derajatnya di sisi allah, apakah kita tidak merasa bangga, karena kita adalah hamba yang masih di perhatikan dan di sayangi olehNya.
            Langkah yang ketiga, ketika kita di uji adalah jangan mempersulit diri, Yassiru walaa tuassiru ya allah mudahkanlah jangan di persulit. lantas apakah kita harus frustasi dan berputus asa?
“ Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman” ( Q.S Ali Imran : 139 )
“ Janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah, sesungguhnya allah mengampui dosa – dosa semuanya. Sungguh dia lah yang maha pengampun dan maha penyayang”( Q.S Az Zumar :53 )
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat allah kecuali orang kafir “ ( Q.S Yusuf : 87 )
Ayat – ayat di atas tentulah sudah cukup menjelaskan bagaimana kita harus menyikapi suatu ujian, Saat ini kita takut kehilangan, mulai saat ini kita tidak takut lagi, rezeki kita di tahan,tenang saja, sejak dari rahim 4 bulan, allah sudah takdirkan rezeki kita. kalau kita sedang ada masalah, tenang saja, karena tidak tenangpun tetap muncul masalah. jadi tidaklah benar jika datangnya ujian menghampiri kita, membuat kita semakin terpuruk, atau bahkan lebih parah lagi nyaris bunuh diri karena tidak sanggup menghadapinya. Naudzubillah.
            Selanjutnya yang ke empat adalah evaluasi diri. Tafakuri diri, kenapa ini terjadi, Karena tidak ada suatu kejadian tanpa seizin allah dan tidak ada sesuatu yang kebetulan melainkan atas kehendaknya. Tayakan dengan jujur pada diri sendiri apa salah saya? Apa perbaikan yang harus saya lakukan. dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik.
            Kita harus siap ketika ujian dan cobaan akan terus menerus datang menghampiri. Ia tidak akan hilang hingga segala karat – karat dosa kita terkikis olehnya. Seperti buah kelapa, untuk dapat diambil santannya ia harus di jatuhkan terlebih dahulu dari pohonnya yang tinggi, kemudian kulitnya harus di kelupas dengan paksa hingga tak tersisa lagi.setelah bersih, ia lalu di belah menjadi beberapa bagian. setelah itu, potongan – potogan kelapa tersebut lalu di parut hingga hancur dan hanya menyisakan ampasnya. Apakah telah selesai? Tentu saja belum, karena ampas kelapa itu akan diperas hingga keluarlah santan, yang di sana manfaatnya baru terasa. Begitu juga sifat dari ujian dan cobaan, ia akan terus melumat dan menghancurkan segalanya, hingga yang tersisa adalah bagian – bagian dari diri kita yang secara kualitas, telah siap menjadi para pencintaNya.
            Lalu kapan ujian ini akan segera berakhir? ingat rumus puasa, kita menahan lapar dan haus karena yakin sebentar lagi akan tiba saatnya untuk berbuka. hujan pasti berakhir, badai pasti berlalu dan malam akan berganti siang. semakin beratnya ujian justru semakin dekat dengan jalan keluar.
“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” ( Q.S Al Insyirah : 5-6 ) Setiap satu kesulitan di apit oleh dua kemudahan. Dan rumus dalam menyikapinya adalah HHN ( Hadapi Hayati dan Nikmati ) tidak akan kemana – mana pasti akan ada ujungnya.
            Yakinlah bahwa setiap masalah sudah terukur oleh allah yang maha mengetahui kesanggupan hambanya dalam menerima ujian dan masalah. Hanya kita sering berprasangka buruk pada allah dan membatasi diri. Apabila kita berfikir berat, maka akan berat terasa masalahnya. Demikian juga sebaliknya. Berhati – hatilah dengan fikiran kita, karena ia akan menjadi perkataan kita, dan berhati – hatilah dengan perkataan karena ia akan menjadi perbuatan, berhati – hatilah dengan perbuatan karena akan menjadi kebiasaan, serta kebiasaan akan membentuk watak /akhlak.
            Lalu pada siapa aku harus berharap? Dan inilah langkah yang kelima Bersandar hanya pada allah.”Cukuplah allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia dan hanya kepadaNya aku bertawakal.” (Q.S At Taubah : 129). Orang yang bersandar terhadap sesuatu takut sandarannya hilang, seorang istri yang bersandar kepada suami, takut kehilangan suaminya, Bagi kita sebagai orang beriman, cukuplah allah saja yang menjadi penolong kita. Ia menjadi penentu segala – galanya. Jadikan setiap masalah menjadi bahan evaluasi diri, jalan memperbaiki diri dan jalan mendekat kepada allah. Bagaimana caranya? “ wahai orang – orang yang beriman    mohonlah    pertolongan    kepada    allah dengan sabar dan shalat, sungguh allah beserta orang-orang yang sabar” (Q.S Al Baqarah : 153) Memohonlah kepada allah untuk segera di beri jalan keluar dari setiap masalah, tingkatkan terus ibadah kita kepada allah, perbaiki shalat kita serta jangan lelah untuk bersabar. Berusahalah untuk menjadi orang yang bertakwa, karena tidak akan rugi, ketika kita berusaha untuk menjadi orang yang bertakwa, maka allah akan memberi kita jalan keluar dari setiap masalah dan akan memberi kita rezeki dari arah yang tidak di sangka – sangka. kita hidup tidak sendiri. Selalu ada Allah dalam hati dan hidup kita dan Allah tidak akan membiarkan Hamba-Nya dalam keterpurukan yang berkepanjangan.
            Karena itu, saat ujian dan cobaan datang, Segeralah bertaubat agar tak hanya pintu taubat yang terbuka, namun status menjadi pencintaNya pun akan menjadi milik kita, tetapi bila ujian dan cobaan itu belum tiba, jangan terlena olehnya. Tetaplah mendekatkan diri padaNya dan selalu menempatkan allah sebagai satu – satunya tujuan dalam hidup kita. Semua orang punya masalah, maka sebaiknya permohonan kita kepada allah bukanlah tidak punya masalah tetapi mintalah kepadaNya agar kita di beri kekuatan untuk menghadapi setiap masalah. Karena semua masalah dan ujian adalah bagian dari tabiyah Allah atas kualitas hambanya. Pasti ada kebaikan di balik setiap masalah yang menimpa kita. jangan pernah khawatir karena sudah pasti Allah mempunyai rahasia dibalik semuanya. Yakinlah dengan semua ujian yang Allah berikan.“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka”. (Q.S At Taubah : 111 )
            Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hambanya yang penuh semangat dan gairah hidup untuk menyempurnakan ikhtiar di jalan yang diridhai-Nya, sehingga hidup singkat di dunia benar-benar penuh kesan dan arti. Kita hidup didunia harus jelas tujuannya.cita-cita terbesar dalam hidup kita ialah berjumpa dengan Allah SWT. Mengingat mati, tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Setiap detik diisi dengan penuh semangat memperbaiki diri dan berbuat yang terbaik. Semoga kita digolongkan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah SWT. kuncinya hanya satu: kesadaran penuh bahwa hidup didunia ini hanya mampir sebentar saja karena memang bukan disinilah tempat kita yang sebenarnya. Asal usul kita adalah dari surga dan tempat itu yang memang layak bagi kita. Jika berminat dan bersungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkannya, maka Allah pun sebenarnya sangat ingin membantu kita untuk kembali ke surga.
            Kita memang harus bertindak cermat agar "sang umur", sebagai modal hidup kita, benar-benar efektif dan termanfaatkan dengan baik. Sebab, bisa jadi kita tak lama lagi hidup di dunia ini. Akankah sisa umur ini kita habiskan dengan kesengsaraan dan kecemasan padahal semua itu sama sekali tidak mengubah apapun, kecuali hanya menambah tersiksanya hidup kita? Tidak!, sudah terlalu lama kita menyengsarakan diri. Harus kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya agar mendapat kebahagiaan kekal di dunia dan di akhirat nanti.
 
Wallahualam bis shawab.
 
Ya Allah wahai yang maha tahu segala urusan dan masalah diri kami, berikan kepada kami kelapangan hati ya allah, kejernihan fikiran dan kelapangan qolbu. Agar setiap masalah yang engkau timpakan kepada kami membuat kami semakin mengenal keagunganMu, semakin mengenal kekurangan diri, dan semakin mengenal jalan pulang kepadaMu. Ya Allah dosa kami begitu banyak, sedangkan taat kami sedikit, ampuni segala dosa yang kami lakukan sebanyak apapun dosa itu, sebesar apapun dosa yang kami lakukan. Sebengkok apapun jalan yang kami tempuh luruskan, segelap apapun jalan hidup kami terangkanlah dengan nur hidayahMu, Sesulit apapun masalah yang kami hadapi, mudahkanlah ya Robbana …“