welcome

Marquee Text Generator - http://www.marqueetextlive.com

Rabu, 18 Juli 2012

Sebuah Jalan Menuju Ramadhan yang Bermanfaat

Menjelang Ramadhan ini ada baiknya kita meninggalkan berbantah-bantahan yang tiada kunjung habisnya. Karena Islam itu luas sekali dan umat manusia yang lahir ke dunia selalu membawa warna sendiri-sendiri, sehingga pasti akan berbeda satu dengan lainnya. Bahkan tanaman pisang saja memiliki beranekaragam jenis, binatang ikan memiliki jutaan bahkan mungkin milyaran spicies, apalagi manusia.
Dan janganlah sekali-kali engkau berbantah-bantahan, sebab yang demikian itu semata-mata penyakit yang tidak ada obatnya dan jauhilah ia sekuat tenagamu.
Dalam hadits Muslim dan Bukhari, Rasulullah telah bersabda :
”Tiap-tiap orang yang telah mendapat petunjuk kemudian menjadi sesat dikarenakan suka berbantah-bantah (debat), karena yang dituju oleh para mujadalah itu hanya kemenangan dan bukan kebenaran. Bagi orang yang gemar berbantah-bantahan tiada akan beruntung, kecuali orang itu diliputi rahmat Allah, sehingga ia tobat dari perbuatan itu”.
Bila dalam suatu daerah/negeri ada seorang penganjur Ahli sunnah yang dapat memecahkan syubhat dan menolak ahli bid’ah serta dapat menjernihkan hati ahli haq dari ahli bid’ah, maka gugurlah kefarduan dari orang lainnya.
Demikian pula tidak diharuskan atasmu untuk mengetahui ilmu Sir yang dalam, dan keterangan yang panjang-panjang tentang keajaiban hati, kecuali hal-hal yang merusak peribadatanmu, karena itu wajib bagi kamu mengetahui yang mesti engkau kerjakan seperti ikhlas, puji syukur, tawakkal dsbnya untuk terus diamalkan. Selain itu, tidaklah wajib, engkau untuk mengetahuinya agar dapat menjauhinya.
Jika engkau bertanya : “Apa ada batas dalam ilmu Tauhid seseroang bisa mengetahuinya tanpa guru?”. Ketahuilah bahwa guru itu sebagai pembuka jalan untuk mengetahui batas tersebut dan jika beserta guru, akan lebih gampang dan lebih senang, dan Allah dengan karunia-Nya akan memberi langsung kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dalam hal demikian Allah jualah yang mengajarkan kepada mereka.
Telah diriwayatkan bahwa Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Daud AS, Firman-Nya : ‘ Wahai Daud, pelajarilah olehmu ilmu yang bermanfaat’, Jawab Daud :  ‘Ya Tuhanku, apakah ilmu yang bermanfaat itu ?’, Firman Allah : ‘Ialah untuk mengetahui keluhuran, keagungan dan kebesaran-Ku dan kesempurnaan kekuasaan-Ku atas segala sesuatu, inilah yang mendekatkan engkau kepada-Ku’.
Dan ketahuilah bahwa bahaya dalam menempuh aqobah ilmu adalah besar. Siapa yang menuntut ilmu hanya untuk mengambil perhatian orang kepadanya, atau untuk dapat bergaul dengan orang-orang besar, atau ingin lebih tinggi dari kawan, atau untuk mengejar kekayaan, maka perjalanan keniagaannya akan hancur, yakni ilmunya itu tidak bermanfaat dan perhitungan jual belinya akan rugi, karena dunia jika dibanding dengan pahala akhirat tidak berharga apa-apa.
Sabda Rasul SAW :
‘Siapa-siapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk bersaing dengan para Ulama atau untuk mujadalah dengan orang-orang jahil atau untuk mengambil perhatian orang kepadanya, ia akan masuk neraka’.
Jika sekiranya manusia benar-benar memikirkan tentang dalil-dalil perbuatan Allah, ia akan yakin bahwa kita mempunyai Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Hidup, Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat dan ber-Firman. Dengan Firman-Nya yang Qadim yang tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya, Maha Suci dari segala perkataan yang baru dan irodah yang baru dan Maha Bersih dari segala kekurangan dan kecelaan, tidak bersifat dengan sifat yang baru, dan tiada harus bagi-Nya apa-apa yang diharuskan bagi makhluk dan tiada menyerupai sesuatu dari makhluk-Nya, dan tidak ada sesuatu yang menyamai kepada-Nya, dan tidak diliputi oleh tempat dan jihat dan tidak kena robah dan cacat.
Semoga Allah melindungi kita dari berbuat mengada-ada/bid’ah dalam agama dan menurutkan hawa nafsu tanpa petunjuk. Dan kita bukan termasuk orang-orang yang riya’ dan menyombong diri.
Dan dari Allah jua apa-apa yang baik dan yang buruk, yang manfaat dan yang madarat, yang iman dan kekufuran. Dan bahwanya tidak wajib bagi Allah berbuat sesuatu untuk makhluknya. Dan orang yang mendapat ganjaran, adalah karena karunia-Nya dan yang mendapat siksaan adalah karena adilnya Allah.
Saudaraku, aku bukanlah seorang ulama yang mengetahui semua permasalahan, namun aku adalah seorang manusia biasa yang kebetulan hafal beberapa ayat Al-Qur’an, beberapa hadits Nabi, beberapa hukum agama, dan dengan suka rela aku mengajarkannya kepada orang-orang disekelilingku, jika anda memaksaku keluar dari batas ini, sungguh anda telah menyulitkan aku. Apabila apa yang aku sampaikan menarik hati anda, dan anda melihat ada manfaatnya, maka dengarkanlah, dan aku bersyukur. Apabila anda ingin memperluas pengetahuan, bertanyalah kepada ulama-ulama yang lebih tahu dariku dan ulama-ulama spesialis di bidangnya, karena mereka mampu memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan. Adapun diriku, maka inilah batas ilmuku dan Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya……”
“Sesungguhnya permasalahan-permasalahan ini telah diperselisihkan oleh ummat Islam sejak ratusan tahun yang lalu dan sampai sekarang mereka tetap memperselisihkannya. Allah Tabaaraka wal Ta’ala senang kepada kita dua hal, cinta dan kasih sayang dan membenci dari kita perselisihan dan perpecahan. Aku sangat mengharapkan, kita semua bersungguh-sungguh untuk mempelajari pokok-pokok ajaran Islam dan prinsip-prinsipnya. Bertingkah laku dengan akhlak-akhlaknya, keutamaan-keutamaannya, dan petunjuk-petunjuknya. Juga melaksanakan kewajiban-kewajiban dan ibadah-ibadah sunnah, serta menjauhkan diri dari sikap ekstrem dan radikal. Sampai semua jiwa menjadi bersih. Tujuan kita semua adalah ingin mengetahui yang benar, bukan sekedar memenangkan pendapat. Sampai suatu saat nanti, kita sama-sama mempelajari permasalahan-permasalahan ini dalam naungan cinta, kepercayaan, persatuan dan ikhlas.
Oleh sebab itu marilah kita menghadapi Ramadhan tahun ini dengan baik, ikhlas dan hati yang menerima, sehingga setelah usai Ramadhan diri kita berubah menjadi indah, persis seperti kupu-kupu yang sudah berubah dari kepompong, maka  belajarlah dari kepompong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar